Pesona Desa Peliatan: Desa Wisata Seni dan Alam yang Wajib Dikunjungi
Halo teman-teman! Selamat datang di panduan singkat namun lengkap tentang Desa Peliatan — tempat di mana seni, tradisi, dan suasana pedesaan Bali bergabung jadi satu. Saya lahir dan besar di sini; di artikel ini saya ajak kamu merasakan apa itu Peliatan, apa saja yang menarik, dan rencana kegiatan praktis selama 2 malam.
Apa Itu Desa Peliatan?
Desa Peliatan berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Meskipun dekat dengan pusat wisata Ubud, Peliatan punya karakter lebih tenang dan kental budaya. Di sini seni bukan sekadar tontonan — latihan tari, tabuh gamelan, dan upacara adat jadi bagian hidup sehari-hari.
Kata saya sebagai warga lokal
Sejak kecil saya terbiasa dengar gamelan petang hari, melihat anak-anak belajar tari di sanggar, dan warga yang saling bahu-membahu saat upacara. “Pesona Peliatan” itu bukan sekadar nama, tapi suasana yang bisa kamu rasakan sendiri.
Apa yang Menarik di Desa Peliatan?
1. Seni & budaya hidup sehari-hari
Latihan tari dan gamelan hampir tiap minggu berlangsung di banjar dan sanggar. Ini kesempatan bagus untuk menonton latihan secara alami, bukan hanya pertunjukan turis.
2. Pura dan arsitektur Bali asli
Gapura, pura keluarga, dan ukiran tradisional masih dijaga — jalan pagi menyusuri Pura kecil memberikan rasa seperti memasuki halaman sejarah Bali.
3. Suasana pedesaan & sawah
Jalan setapak dan area sawah di sekitar Peliatan ideal untuk jalan santai atau bersepeda sore — udara segar dan pemandangan tenang memang memenangkan hati.
4. Kerajinan & komunitas kreatif
Ada pengrajin perak, pelukis, pembuat topeng, dan workshop lokal. Kunjungan ke sanggar kecil biasanya membuka kesempatan untuk ikut membuat sedikit atau membeli langsung karya pembuatnya.
Itinerary 2 Malam (Rekomendasi Lokal)
Hari 1 — Kedatangan & Malam Santai
Sore
- Check-in di homestay lokal (pilih yang dikelola warga).
- Jalan sore melihat desa, dengar gamelan dari kejauhan.
Malam
- Makan malam di warung lokal — coba nasi campur Bali.
- Jika ada, tonton pertunjukan tari sederhana di banjar/sanggar.
- Ngobrol santai dengan pemilik homestay untuk cerita lokal.
Hari 2 — Menyelami Seni & Alam
Pagi
- Bangun pagi, jalan kaki atau bersepeda ke area sawah.
- Sarapan dengan suasana desa.
- Minum Coffee di Gangga Coffee juga boleh
Siang
- Kunjungi sanggar seni atau workshop kerajinan (perak, topeng, lukis).
- Bisa ikut workshop singkat bila tersedia.
Sore
- Bersantai di kafe pinggir sawah, nikmati sunset.
- Ikut/menonton latihan gamelan atau tari bila kebetulan ada.
Malam
- Makan malam santai, menikmati suasana desa malam hari.
Hari 3 — Pagi Pulang
- Sarapan, ngobrol singkat dengan pemilik homestay mengenai tradisi/cerita desa.
- Singgah ke toko kerajinan lokal untuk oleh-oleh buatan warga.
Tips Liburan di Desa Peliatan
Pilih penginapan lokal
Homestay dikelola warga memberikan pengalaman paling otentik dan membantu ekonomi lokal.
Hormati tradisi
Pakai pakaian sopan saat mengunjungi pura, dan tanyakan izin sebelum memotret upacara atau orang yang sedang beribadah.
Siapkan uang tunai
Beberapa warung dan penginapan kecil mungkin belum mendukung pembayaran digital — bawa uang tunai secukupnya.
Luangkan waktu
Peliatan paling nikmat dinikmati pelan-pelan — jangan buru-buru. Duduk, dengar gamelan, ngobrol dengan warga — itu yang bikin pengalaman berkesan.
Mengapa Datang ke Peliatan?
Jika kamu datang ke Bali dan ingin merasakan sisi budaya yang masih hidup, bukan hanya paket tur, Desa Peliatan menawarkan kombinasi seni, alam, dan keramahan warga yang tulus. Datanglah dengan rasa ingin tahu — dan pulanglah dengan pengalaman, bukan sekadar foto.
Pesona Peliatan — Inisiatif & Dukungan
Artikel ini bagian dari upaya Pesona Peliatan untuk mempromosikan desa kita sebagai desa wisata budaya dan alam. Bila ingin berkoordinasi atau menambahkan kegiatan/kelas di desa, kontak pemilik homestay/sanggar setempat untuk info terbaru.


